Wednesday, 17 December 2014

Mitos dan Fakta HIV AIDS


 Mitos dan Fakta HIV AIDS
Foto: copyright thinkstockphotos.com
HIV-AIDS masih menjadi penyakit paling menakutkan bagi banyak orang di dunia. Apalagi penyakit yang disebabkan oleh virus ini belum ditemukan obatnya. Beberapa mitos mulai merebak sehingga sering kali memicu kesalahpahaman antara masyarakat dan penderita HIV-AIDS. Nah, berikut ini adalah beberapa mitos dan fakta seputar HIV-AIDS :

  • Terinfeksi HIV sudah pasti terkena AIDS (Mitos)

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat tubuh sulit untuk melawan penyakit. Penderita HIV belum tentu juga menderita AIDS. Bahkan dengan perawatan yang tepat para penderita HIV dapat bertahan tanpa berkembang menjadi AIDS.

  • Sulit terkena HIV dari kontak langsung (Fakta)

Kebanyakan orang beranggapan bahwa penderita HIV harus dijauhi karena takut tertular. Padahal kenyataannya, virus tidak akan menyerang hanya dengan memeluk atau bersentuhan (pegangan tangan). Virus dapat menyebar jika Anda melakukan hubungan seksual maupun berbagi jarum suntik.

  • Waktu hidup singkat (Mitos)

Virus HIV bisa memiliki efek berbeda pada setiap orang. Ada yang dalam beberapa bulan, virus HIV sudah berkembang menjadi AIDS dan langsung melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun ada juga beberapa orang yang dapat bertahun-tahun bertahan tanpa harus berkembang menjadi AIDS.

  • HIV dapat disembuhkan (Mitos)

Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Tetapi ada perawatan dengan melakukan terapi antiretroviral (ART) untuk melemahkan virus dan membantu sistem kekebalan tubuh. Tetapi dokter akan mempertimbangkan terlebih dahulu kesehatan umum, kesehatan sistem kekebalan serta jumlah virus yang ada dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk memutuskan kapan dapat dimulai pengobatannya.

  • Ibu hamil pengidap HIV dapat menularkan pada bayinya (Fakta)

Ibu yang terinfeksi virus HIV dapat menularkan kepada bayinya selama proses kehamilan atau pun melahirkan. Namun, Anda dapat menurunkan risiko tersebut dengan melakukan konsultasi dengan dokter, sehingga pihak medis dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Ini Nih 7 Manfaat Berpelukan


pelukan 500x280 Ini Nih 7 Manfaat Berpelukan

Jangan pelit pelukan jika Anda ingin hidup lebih bahagian dan sehat. Beberapa penelitian di dunia menunjukkan bahwa pelukan punya efek positif terhadap tidak saja mental tetapi juga kesehatan fisik manusia.
Berikut adalah tujuh alasan ilmiah mengapa pelukan bisa membuat hidup Anda lebih berkualitas:
1. Merasa lebih nyaman
Saat berpelukan tubuh kita akan melepaskan hormon oksitosin, yang bisa membuat kira merasa hangat dan nyaman. Hormon itu juga berhubungan dengan ikatan sosial, bisa membuat manusia merasa percaya satu sama lain.
2. Turunkan tekanan darah
Saat disentuh dengan lembut, sensasi nyaman di kulit akan menekan reseptor yang disebut pacinian corpucles. Reseptor itu akan mengirim sinyal ke saraf vagus di otak, yang salah satu fungsinya adalah untuk menurunkan tekanan darah.
3. Mengurangi rasa takut
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Psychological Science, menunjukkan bahwa pelukan bisa mengurangi rasa takut akan kematian. Bahkan saat memeluk boneka, bisa membantu manusia mengurangi rasa takut dalam diri mereka.
4. Kesehatan jantung
Memeluk seseorang tidak saja membuat nyaman, tetapi membuat juga menyehatkan jantung. Dalam sebuah eksperimen yang digelar oleh University of North Carolina, Amerika Serikat ditemukan bahwa orang yang berpelukan akan punya detak jantung lebih lambat: rata-rata lima ketuk per menit sementara yang tidak dipeluk 10 ketuk per menit.
5. Sangat bermanfaat bagi orang tua
Sebuah studi di Ohio State University, AS, menemukan bahwa seiring bertambahanya usia, maka sentuhan dan pelukan semakin penting artinya. Studi itu menunjukkan bahwa orang tua yang kesepian dan jarang dipeluk akan semakin rentan mengalami stress dan rentan mengidap penyakit.
6. Obat stres alami
Saat berpelukan tubuh akan mengurangi jumlah produksi hormon cortisol, yang juga disebut hormon stres. Berpelukan akan membuat tubuh mengurangi tekanan dan mengirim sinyal agar otak lebih rileks.
7. Anak tangguh
Studi para ilmuwan di Universitas Emory, AS menunjukkan bahwa efek pelukan lebih dirasakan manfaatnya ketika manusia masih dalam tahap awal kehidupan di bandingkan ketika sudah dewasa. Pelukan yang diberikan kepada anak-anak akan membantu mereka lebih kuat menghadapi tekanan saat dewasa.