Wednesday, 17 December 2014

Posisi Tidur yang Baik Untuk Kesehatan

tidur 450x225 Posisi Tidur yang Baik Untuk Kesehatan
Tidur merupakan salah satu aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap manusia. Dengan tujuan utamanya yaitu mengistirahatkan fisik dan mental setelah seharian penuh mengerjakan berbagai pekerjaan yang menguras tenaga dan fikiran seseorang.
Tidak dapat terbayangkan, jika aktivitas tidur kita terganggu ataupun mengalami berbagai masalah. Salah satunya, ketidak tahuan seseorang tentang posisi tidur yang baik bagi kesehatan.
Posisi tidur yang benar akan membuat aktivitas tidur yang kita lakukan akan lebih berkualitas dan juga baik untuk kesehata anda. Sehingga aktivitas yang kita lakukan pada pagi harinya bisa berjalan dengan lancar.
Beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh dengan posisi tidur yang baik yaitu meminimalisir nyeri pada leher dan punggung saat bangun tidur, baik untuk kesehatan sistem saraf dan juga kesehatan tulang punggung anda. Tips kesehatan kali ini akan mengetengahkan artikel tentang posisi tidur yang terbaik untuk kesehatan anda. Tips kesehatan, inilah posisi tidur yang terbaik untuk kesehatan anda :
Pertama, Salah satu posisi tidur yang baik bagi kesehatan anda yaitu dengan posisi miring. Dengan cara, posisi pinggul dan lutut di tekuk sekitar 45 derajat. Dalam hal ini, anda juga memerlukan sebuah bantal di bawah leher anda. Sehingga wajah dan kepala anda berada dalam posisi yang proporsional dengan tubuh anda.
Kedua, Posisi tidur yang terbaik bagi kesehatan anda yaitu posisi telentang. Dengan cara, menambahkan sebuah bantal yang sesuai yang di tempatkan di bagian kepala dan di bawah lutut anda. Ini bertujuan, agar posisi kepala anda lebih proporsional dengan tubuh anda serta pinggul anda lebih fleksibel serta lutut anda dapat menanggung tekanan yang berasal dari sendi sacroiliac serta tulang belakang lumbar.

Mitos dan Fakta HIV AIDS


 Mitos dan Fakta HIV AIDS
Foto: copyright thinkstockphotos.com
HIV-AIDS masih menjadi penyakit paling menakutkan bagi banyak orang di dunia. Apalagi penyakit yang disebabkan oleh virus ini belum ditemukan obatnya. Beberapa mitos mulai merebak sehingga sering kali memicu kesalahpahaman antara masyarakat dan penderita HIV-AIDS. Nah, berikut ini adalah beberapa mitos dan fakta seputar HIV-AIDS :

  • Terinfeksi HIV sudah pasti terkena AIDS (Mitos)

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat tubuh sulit untuk melawan penyakit. Penderita HIV belum tentu juga menderita AIDS. Bahkan dengan perawatan yang tepat para penderita HIV dapat bertahan tanpa berkembang menjadi AIDS.

  • Sulit terkena HIV dari kontak langsung (Fakta)

Kebanyakan orang beranggapan bahwa penderita HIV harus dijauhi karena takut tertular. Padahal kenyataannya, virus tidak akan menyerang hanya dengan memeluk atau bersentuhan (pegangan tangan). Virus dapat menyebar jika Anda melakukan hubungan seksual maupun berbagi jarum suntik.

  • Waktu hidup singkat (Mitos)

Virus HIV bisa memiliki efek berbeda pada setiap orang. Ada yang dalam beberapa bulan, virus HIV sudah berkembang menjadi AIDS dan langsung melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun ada juga beberapa orang yang dapat bertahun-tahun bertahan tanpa harus berkembang menjadi AIDS.

  • HIV dapat disembuhkan (Mitos)

Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Tetapi ada perawatan dengan melakukan terapi antiretroviral (ART) untuk melemahkan virus dan membantu sistem kekebalan tubuh. Tetapi dokter akan mempertimbangkan terlebih dahulu kesehatan umum, kesehatan sistem kekebalan serta jumlah virus yang ada dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk memutuskan kapan dapat dimulai pengobatannya.

  • Ibu hamil pengidap HIV dapat menularkan pada bayinya (Fakta)

Ibu yang terinfeksi virus HIV dapat menularkan kepada bayinya selama proses kehamilan atau pun melahirkan. Namun, Anda dapat menurunkan risiko tersebut dengan melakukan konsultasi dengan dokter, sehingga pihak medis dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat.